BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
Powered By Blogger

Kamis, 08 April 2010

Sakit Typus.....Cari AJa Cacing ( Suka duka Kos) 1

April 2008
Hari ini Matahari bersinar amatlah terik, Jemuran yang ku cuci tadi pagi kering semua.
Dedaunan diranting pohon sebelah kosku mulai berguguran, dedaunan itu tak sanggup bertahan dari panas terik yang luar biasa panas...
Aku masih bersyukur masih bisa berlindung dari Teriknya hari ini, karena kebetulan hari ini aku tidak ada acara mau keluar rumah....( bagaimana orang yang berkerja atau beraktifitas di luar rumah ya...tentunya mereka akan merasa begitu tersiksa dengan cuaca hari ini).
Menjelang sore Adek di sebelah kamar kosku Noiya namanya, pulang dari kampus, wajahnya terlihat pucat, dia langsung merebahkan diri di tempat tidurnya.
Lalu ku tegur “ kok lesu banget, knapa? ayo sana minum dulu, biar segeran..”
Noiya menjawab: “ Lagi puasa nich, chy” ow...gitu ujarku sambil duduk disampingnya dan tanpa sengaja tanganku bersentuhan dengan tangannya, aku kaget sekali ketika merasakan suhu tubuhnya amat panas.
“Noiya. ..,Kamu demam, badanmu panas sekali...dia hanya menganggukan kepala sambil meringis kesakitan.
“kepalaku sakit sekali..”ujar Noiya.
“Klo sakit ga usahlah lanjutin puasa, Nanti malah tambah parah sakitnya “kataku...
Noiya tidak menjawab lagi, ..aku terus panggil namanya “ Noiya bangun....ayo bangun lah...sepertinya dia tak sadarkan diri dan beberapa saat kemudian baru terdengar lagi...rintihan kesakitan dari bibirnya....”mamaa........ mamaa, Dia memanggil-manggil ibunya,
Noiya, sekarang buka pusa aja ya...chy ambilin air ya...”kataku.
Noiya hanya bisa menggangguk lemah.

Setelah agak kuat, Noiya ..langsung mengabari orangtuanya. Orang tuanya menyuruh dia langsung pergi ke dokter. Noiya dan temanku yang punya sepeda motor langsung pergi berobat ke klinik dokter terdekat. Sepulang dari Klinik, Si Noiya makan beberapa potong kecil roti, baru kemudian minum obat dan di suruh istirahat Total, karena menurut dokter Noiya terserang penyakit Typus.
Setelah 3 jam berlalu, panas di tubuh Noiya mulai turun, dan dia terlihat mulai berkeringat. Awalnya kami udah merasa senang , kami pikir Noiyan udah mulai sembuh dari sakitnya, Namun sekitar 2 jam satu jam kemudian panas tubuh nya naik lagi. Obat berikutnya langsung diminum lagi ...hal yang sama pun terjadi, selama 3 hari Noiya belum sembuh-sembuh juga, Ibunya dari kampung juga sudah datang pas hari ke-2 dia sakit.
Hari ke-3 Noiya sakit kebetulan aku iseng-iseng baca artikel tentang penyakit typus ini. Dari Artikel itu menjelaskan klo ingin sembuh sakit typus di suruh minum air cacing tanah.

Bersambung

Ladang Puisi

Lentera kesunyian 1

Ketika malam datang
lentera ke sunyian memayungi hati
walaupun mimpi indah datang menjelma
hati selalu terasa sunyi saat mimpi tak jua menjadi nyata....
ku ingin menggapai kilau bintang mlam ini
tapi jemariku terlalu lemah ntuk menggapai nya...
selimut cinta tak mampu menghangatkan
jiwa menggigil dan membeku
dalam balutan embun harapan di samudra luas tiada bertepi..
saat ujung dunia tiada ku temui
haruskah pupus harapan ini
ntuk menemui belahan diri dalam genggaman cinta abadi


Lentera kesunyian 2
Dikala embun pagi datang bersama kicau burung yang bernyanyi riang
Dikala mentari datang menghangat kan...
jiwa yang semula terasa sunyi ..
mulai bisa merasakan keindahan pagi
mentari siang datang mengganti pagi....
membuat hidupku
semakin terasa secerah mentari...
senyum ceriapun membingkai wajah yang semula hanya tersenyum hambar menatap hidup ini...
akan kah mentari selalu...secerah ini?

oh...tidak
cahaya mentari yang semula secerah hati
mulai dibayangi lembayung senja nan menawan hati
namun penuh misteri
akan kah ketegaran hati akan di uji...
akan kah senyuman di hati di tutup kabut hitam pekat kembali
hingga tak satu pun kulihat tanda...yang menuntunku
merajut hari bahagia nan pernah ku nanti..

dikala gelap malam merajai...
akankah hidupku kan kembali tak bersinar lagi
akankah semua hanya jadi bayangan ilusi
yang menari nari di alam mimpi
mempermainkan hati...

secercah harapan ku sematkan selalu di hati
sekeping kepilu ku anggap tak berarti
agar ku sanggup bangkit dan tersenyum kembali
saat sang mentari pagi menyinari alam
yang masih terlena di buai alam mimpi....

Kelana Cinta

Tak kutemui malam seindah semalam
Tak kuliat lagi rembulan menggantung dilangit.....
Tak kurasakan lagi perhatiannya yang sangat peduli
Tak ku liat lagi senyum harapnya

Mata terpejam fikiran menerawang...
awan gelap datang menutupi cahaya redup sang bintang..
sejuta cinta yang dijanjikan...
tak satu jua yang di semaikan..
kebahagian datang bersama dukalara...
sepanjang masa yg disinggahi
waktu dirasa hanya sekejap saja..

Dongeng Kancil dan Pak Tani 'Ala Aira (2)

Kemudian Pak Tani mengambil 2 batang ranting membentuknya seperti tanda tambah dan setiap ujungnya dilumuri dengan getah karet. Setelah selesai merawat timun yang tersisa, Pak Tanipun pulang ke rumahnya.
Menjelang senja (hari sudah agak mulai gelap) terlihatlah Si Kancil berlari-lari dari dalam hutan dan kembali mengunjungi kebun Timun Pak Tani.
“hm..dari tadi aku cari makan di hutan, aku tidak menemukan buah-buahan yang jatuh dari pohon “ujar Si Kancil ( maklumlah kan Si kancil Ga bisa manjat pohon )
Untung aku ingat tadi pagi aku mampir ke kebun Timun ini, klo tidak semalaman aku akan Kelaparan…Si kancilpun tersenyum-senyum membayangkan perutnya akan segera penuh makanan (Timun)
Si Kancilpun mulai mendekati Timun yang mau di santapnya…
Namun dia kaget melihat ada yang berdiri di dekat kebun Timun.
“hey…kamu siapa, mau ikut mengambil Timunku ya (tidak ada jawaban)
Oww…kamu nantang aku ya”
Lalu Si Kancil yang “Sok Jago berkelahi” langsung aja meninju dan menendang benda yang tadi siang di buat Pak Tani. Akhirnya Si Kancil yang suka mencuri ini tertangkap oleh jebakan Pak Tani
Ayo Sekarang Nyanyi…( Biasanya kePonakan ku langsung menyanyikan lagu ini )
Si Kancil Anak Nakal, Suka Mencuri Timun,
Ayo Lekas Di kejar, Jangan Diberi Ampun
Si Kancil Anak Nakal, Suka Mencuri Timun,
Ayo Lekas Di tangkap, Jangan Diberi Ampun (kira-kira liriknya kayak begini ya…)

Ceritanya belum selesai
Nah ini kelanjutannya..
Semalaman Si Kancil menangisi perbuatannya, di dalam hati dia berjanji tidak mau mencuri Timun lagi “ Ya Allah, Bebaskanlah aku dari perangkap ini, aku tidak mau Esok hari Pak Tani menangkap aku, klo aku tertangkap Pak Tani akan memakan aku seperti aku memakan timun-timunnya….hhuhuuh sambil menangis, Aku janji bila aku bebas aku tidak akan mencuri lagi.
Esok harinya datanglah Pak Tani ke Kebun Timunnya, melihat Si Kancil di Perangkap yang dibuatnya untuk pencuri timun.
“ oh…ternyata kamu ya…Kancil yang memakan timun-timunku kemaren…aku makan juga kamu kancil…”ujar Pak Tani,
Dalam hati sikancil sangat ketakutan ( Si Kancil yang masih menempel di perangkap itu, tapi dia pura-pura mati, dia diam saja)
Melihat Si Kancil yang tidak bergerak-gerak, Pak Tani pun mengira Si Kancil ini sudah mati,
Kemudian Pak Tani melepaskan tubuh Si Kancil dari perangkapnya dan meletakkannya di luar kebun Timunnya. Pak Tani pun melanjutkan kembali merawat timun-timunnya. Si kancil yang tadi pura-pura mati segera bangkit, segera berlari ke hutan.
Sesampai di tengah hutan Si Kancil Terjatuh ke dalam Lobang ( kasihan ya Si Kancil…)
Kelanjutan Kisah Kancil Ini Nanti di lanjutin lagi….ya..

Bersambung di Cerita Si Kancil Selanjutnya

Dongeng Kancil dan Pak Tani 'Ala Aira' (1)


Aku punya 4 orang ponakan yang masih balita, mereka sering sekali ku ceritakan dongeng-dongeng pengantar tidur . Dongeng yang paling sering ku ceritakan pada mereka adalah dongeng tentang kecerdikan Si Kancil. Cerita Kancil ini kuceritakan tidak persis sama dengan cerita yang pernah kubaca di cerita dongeng. Cerita Kancil ini sudah aku tambahin dengan bahasa yang lebih menarik bagi ponakan-ponakanku….

Nah inilah Salah salah satu cerita Kancil itu.

Suatu Pagi yang Cerah, terbangunlah seekor kancil dari tidurnya,

“ wuaaaaaah….Si kancil menguap

“Hari ini cerah sekali,aku mau Olah Raga dulu aaaah” ujar Si Kancil

Dengan riangnya Si kancil berlari-lari di sekitar hutan

“ satu,dua…satu dua, satu, dua… “gaya Si kancil menghitung langkahnya

Tanpa terasa, sampailah Si Kancil pinggir hutan dan dia merasa sangat haus dan lapar.

“Dimana aku bisa nemuin air, dekat sini ga ada sungai,

“aduh haus banget, perutku juga lapar, …”ujar Si kancil. Si Kancil terus berjalan keluar hutan, tanpa sengaja, Si kancil melihat kebun timun Pak Tani.

“Hmm..ada buah timun, sepertinya enak nich” Pikir si Kancil

Lalu Si Kancil memetik buah timun.

“nyam ..nyam..nyam, segar dan enak sekali timun ini” ujar Si Kancil.

Beberapa saat kemudian, “aduh aku kenyang sekali….( perut si Kancil udah gendut saking kekenyangan ). “aku mau pulang dulu aah…Si kancil segera berlari kembali ke hutan..

Sepeninggal Si Kancil datanglah Pak Tani ke Kebun timunnya

“hari ini aku ingin memanen sebagian Timunku…kemaren kulihat sudah ada yang matang “gumam Pak Tani

Pak Tani melangkah mendekati tempat dimana timun akan di panen hari ini, namun sesampai di dekat Timun itu, Pak Tani berkata” Aduh….Siapa yang mencuri Timun ku…uhgf awas ya…ku tangkap kau pencuri timun”,

Pak Tani terlihat Sedih sekaligus marah sekali karena gagal memanen Timun-timunya.

Ceritanya…di stop dulu ya…..

Apa yang akan Pak Tani lakukan untuk Menangkap si Pencuri…. ntar di lanjutin lagi….

Ya ^_^

Bersambung

Rabu, 07 April 2010

Air Mata Kerang

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.” Si ibu terdiam, sejenak, “Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Senin, 05 April 2010

Puisi cintaku masih kacau



Bertahta di balik malam, tak bergeming dibalik bingkai, tak bersuara ketika menyuarakan perasaan, hanya diam pilihan dalam kebisuan
Singgasana hatiku di landa prahara, badai datang menghempaskan prasangka....
Ajarkan aku Cinta yang tak melenakan.... Ajarkan aku Cinta yang tak membuat orang lain terluka... Ajarkan Aku Cinta yang tak Meresahkan... Ajarkan Aku Cinta tulusMu bukan Cinta yang hanya memabukkan